Accounting Akuntansi untuk pemula karena saya masih pemula

Senin, 03 September 2012

Teori (Prinsip) Akuntansi

Jika kita bisa menjurnal, sampai membuat laporan keuangan, bahkan kita tahu kegunaan daripada laporan keuangan tersebut, tapi kita tidak tahu, apa yang menyebabkan jurnal akuntansi itu ada, seperti contohnya, mengapa asset tetap harus didepresiasi? asset tetap katanya diatas 1 tahun masa manfaatnya, tapi kenapa garpu, sendok, gelas yang bisa bertahun-tahun dipakai tapi gak masuk aktiva tetap?
semua akan dibahas disini, teori akuntansi...


ASSUMPTIONS, PRINCIPLES, CONSTRAINTS

ASSUMPTIONS – pondasi/asumsi dasar untuk melakukan proses akuntansi.
Economic entity assumption – asumsi dasar bahwa perusahaan adalah entitas ekonomi yang indenpenden atau berdiri sendiri yang pencatatannya terpisah dari pemiliknya.
Contoh sangat sederhana : akun “prive” digunakan untuk transaksi penarikan dana dari perusahaan kepada pemilik.

Going concern assumption – asumsi dasar bahwa suatu entitas didirikan untuk tujuan berkelangsungan hidup atau beroperasional terus secara jangka panjang.

Contoh sangat sederhana : adanya biaya depresiasi dan akumulasi depresiasi untuk menurunkan nilai aset tetap secara bertahap dari periode ke periode. Begitu juga adanya laporan neraca sebagai bukti bahwa akuntansi menganut asumsi kelangsungan hidup usaha.

Monetary unit assumption – asumsi dasar bahwa semua transaksi ekonomi perusahaan yang akan disajikan dalam laporan keuangan dapat diukur dengan satuan mata uang.
Contoh sangat sederhana : kepintaran seorang manager yang sangat mempengaruhi satu entitas atau perusahaan merupakan aset. Akan tetapi aset tersebut tidak dapat diukur dengan satuan mata uang, sehingga informasi tersebut tidak dapat disajikan dalam laporan keuangan.

Periodicity assumption – asumsi dasar bahwa aktivitas ekonomi suatu perusahaan dibagi kedalam periode – periode.
Contoh sangat sederhana : laporan keuangan disajikan dan dilaporkan per bulan,per semester atau per tahun.


PRINCIPLES – peraturan spesifik untuk melakukan proses akuntansi.
Historical cost principle – prinsip yang menyatakan bahwa setiap transaksi dicatat berdasarkan harga/biaya perolehan.
Harga/biaya perolehan disini berarti semua pengorbanan yang dikeluarkan sampai aset tersebut siap dipakai
Contoh sangat sederhana : perusahaan mencatat pembelian mesin seharga 5 juta, biaya pemasangan agar mesin tersebut siap dipakai sebesar 1 jt. sehingga nilai mesin yang akan digunakan untuk disajikan didalam laporan keuangan adalah 6 juta (meskipun harga aset tidak sesuai dengan pasar atau sepantasnya)

Revenue recoqnition principle – prinsip yang menyatakan bahwa pendapatan diakui berdasarkan terjadinya.
Syarat pengakuan pendapatan adalah ketika realized atau realizable dan ketika earned (terjadi).
Pendapatan dikatakan realized (telah realisasi) adalah ketika barang atau jasa atau aset lainnya ditukar dengan kas dan dikatakan realizable (dapat direalisasi) adalah ketika aset yang diterima atau dimiliki* dapat ditukar dengan kas.

*Aset yang diterima atau dimiliki maksudnya adalah dijual atau ditukar di pasar aktif dan yang nilainya dapat diukur dengan andal tanpa penambahan biaya yang signifikan.

Pendapatan dikatakan earned jika perusahaan telah memindahkan resiko secara signifikan dan memindahkan manfaat kepemilikan barang kepada pembeli.
Perusahaan tidak lagi mengola atau melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual.

Contoh sangat sederhana : akuntan melakukan pencatatan yang membedakan bahwa: kas diterima tetapi barang atau jasa belum di berikan – unearned - deferred revenue (realized atau realizable  but no yet earned).
Barang atau jasa diberikan tetapi belum menerima kas – receivable – accrual revenue (realized atau realizable  and earned)

Matching principle – prinsip yang menyatakan bahwa biaya dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapat pendapatan pada periode tertentu.

Contoh sangat sederhana : Untuk mendapatkan pendapatan pada periode X, perlu ada biaya yang dikeluarkan pada periode X.
Biaya listik Desember 2009 harusnya dicatat di Desember 2009 (di-accrual), bukan pada periode berdasarkan pembayarannya.
Contoh lainnya adalah akuntan melakukan adjusting entries. Adjusting entries adalah untuk me-matchingkan biaya dengan pendapatan pada periode yg seharusnya diakui.

Full disclosure principle – prinsip yang menyatakan bahwa informasi yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan harus diungkapkan.

Contoh sangat sederhana : suatu perusahaan mempunyai kontrak kerja sama dengan perusahaan lain yang signifikan, akuntan harus mengungkapkan informasi tersebut kedalam Catatan Atas Laporan Keuangan (Notes to the Financial Statement)


CONSTRAINTS – keterbatasan, untuk membatasi beberapa hal yang diatur dalam GAAP. Akuntan diberikan kesempatan untuk memodifikasi laporan keuangan tetapi tidak akan merubah nilai dan informasi yang penting dalam laporan keuangan.

Cost-benefit relationship – akuntan diperbolehkan untuk tidak menyajikan informasi akuntansi yang dimana benefit yang didapatkan dari informasi tersebut tidak melebihi cost untuk menyediakan informasi tersebut.

Contoh sangat sederhana : waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk menyajikan informasi kontrak kerja sama antar perusahaan lebih besar daripada manfaat yang dihasilkan atas informasi tersebut (kontrak kerja sama yang tidak signifikan tidak perlu diungkapkan).

Materiality – akuntan diperbolehkan untuk mempertimbangkan materialitas untuk melakukan pencatatan. Materialitas adalah tingkat kuantitatif suatu informasi yang dianggap dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. Tingkat materialitas setiap perusahaan berbeda-beda, tergantung besar kecilnya suatu perusahaan.

Contoh sangat sederhana : bagi perusahaan A yang tergolong kecil, kalkulator seharga 500 rb dicatat sebagai aset tetap karena dianggap material – dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.
Akan tetapi, bagi perusahaan B yang tergolong besar, kalkulator seharga 500 rb tidak material – tidak dapat mempengaruhi pengambilan keputusan sehingga perusahaan B akan mencatat pembelian kalkulator tersebut sebagai biaya, bukan merupakan aset tetap.

Industry practice – akuntan diperbolehkan untuk menyajikan informasi akuntansi sesuai dengan jenis atau kategori industrinya.

Contoh sangat sederhana : bagi industri konstruksi, neraca tidak perlu dikategorikan ke aset lancar dan aset tidak lancar, hutang lancar dan hutang jangka panjang.
Bagi industri utilitas publik, di neraca, aset tetap disajikan diatas aset lancar, karena dianggap investasi terbesar industri tersebut adalah pada aset-aset publiknya.

Conservatism – jika dihadapkan pada masalah yang tidak pasti kenyataannya, akuntan diperbolehkan memilih solusi yang tidak melebih-lebihkan aset dan laba.
Akuntan dituntut untuk berhati-hati, berpikir pesimis (pesimis secara positif) tidak melebih-lebihkan informasi.

Contoh sangat sederhana : piutang-piutang yang sudah lama belum dibayar dan sudah lama jatuh tempo diasumsikan tidak tertagih. Akuntan melakukan cadangan penyisihan kerugian piutang atas piutang-piutang yang tidak tertagih tersebut (piutang-piutang tersebut dicatat ke biaya)

(materi pelajaran mahasiswa PA (pengantar akuntansi)

Untuk pertanyaan, dipersilakan dan jangan malu2 :)

0 komentar:

Poskan Komentar